Tampilkan postingan dengan label Arsip Puisi Gue. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arsip Puisi Gue. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juli 2013

Benar Fatamorgana **real mirage**

semua fana Fatamorgana ini... semuanya benar !
tak ada yang mau menjangkau,
atau hanya aku yang selalu menghalau?
tak ada yang mau melihat,
atau hanya aku yang terlalu rapat tak terlihat?
tak ada yang mau mendengar,
atau hanya aku yang samar sulit terdengar?
tak ada yang mau mendekat,
atau hanya aku yang tak memberi isyarat?
tak ada yang mau mendatangi,
atau hanya aku yang selalu pergi dan hilang saat didekati?
tak ada yang mau berbagi,
atau hanya aku yang mengingkari?
tak ada yang mau menyelami,
atau hanya aku yang terlalu dalam untuk dijelajahi?
tak ada yang mau mengikuti,
atau hanya aku yang terlalu kencang berlari?
tak ada yang mau memasuki,
atau hanya aku yang terlalu menutup diri?
tak ada yang mau mengenali,
atau hanya aku yang sulit dimengerti?
tak ada yang mau memahami,
atau hanya aku yang terlalu misteri?
tak ada yang mau memberi jalan,
atau hanya aku yang sulit mengartikan?
tak ada yang mau menepi,
atau hanya aku yang tak bertepi?
tak ada yang mau meraba,
atau hanya aku yang tak merasa?
tak ada yang mau berkawan,
atau hanya aku yang menganggap aku hanya bayang?
tak ada yang mau memberi kedamaian,
atau hanya aku yang menjadikannya keraguan?
tak ada yang mau memberi ketulusan,
atau hanya aku yang selalu berfikir semua didasari kepentingan?
tak ada yang mau melempar senyuman,
atau hanya aku yang tak memberi keindahan?
tak ada yang mau memberi jawaban,
atau hanya aku yang tak pernah memberi pertanyaan?
tak ada yang mampu,
atau hanya aku yang tak pernah mengaku?
semuanya jelas benar. aku hanya Fatamorgana.
sebenarnya apa yang sedang aku jalani ?
aku sadar aku hanya sebatas bayang angan.
aku berlari. aku sadar aku sadar, aku sangat sadar.
aku perduli. aku tak peduli, aku sangat tak peduli.
inilah aku bayangan indah, namun hanya ambang fana Fatamorgana...

*23:50 Jakarta, 01 Juni 2013
*terimakasih :)

Fatamorgana Cinta -,-

Desir angin yang menyentuh ujung rambut,
mengingatkanku akan kisah, cerita cinta Fatamorganaku yang indah dan terangkai rapi,
namun hanya di angan-angan ambang Fatamorgana... ooh benar angan Fatamorgana...
sajak-sajak manja yang sering terdengar, terucap dari bayang lisan,
kini hanya tinggal kenangan asap bualan layang-layang, yang masih saja terbayang di fikiran,
oooh Fatamorgana cinta...
merasakan indah, tapi hanya sementara.
merasakan bahagia, tapi hanya sekejap.
oooh Fatamorgana cinta...
biar, biar semua. biarkan !
relakan semua ini haus tertelan waktu, menghilang lenyap jauh tak lagi terbayang,
satu rasa dalam dua jiwa, kini ? menjelma menjadi kisah bayang angan ambang Fatamorgana yang tak sempurna...
oooh Fatamorgana cinta...
entah apa, entah kenapa, entah bagaimana, apa yang terjadi ! kenapa terjadi ! bagaimana bisa terjadi !
seperti mimpi tapi bukan mimpi,
bukan ilusi, bukan juga imajenasi. lantas apa yang mengisi kesepian hati ?! yah Fatamorgana cinta...
singkat dan begitu cepat terasa,
namun begitu banyak memberikan kenangan-kenanganyang indah,
meski ? iyah aku tau itu hanya Fatamorgana, benar Fatamorgana cinta...
kasih, siapa ? meski hanya dalam bayang angan saja...
tapi entah mengapa semua terasa indah,
tak dapat ku sentuh, tak dapat kuraba. tanpa aku tau itu dapat kurasa.
tak mampu terlihat namun terasa dekat.
tak berucap tetapi keluar sajak dan kata-kata.
bersuara, sajak dan kata-kata manjanya yang meluluhkanku, dalam Fatamorgana cinta...
oooh Fatamorgana cinta...
nampak nyata, tapi hanya ambang bayang.
tawanya, candanya, tangisnya, dan keluh kecewanya. benar-benar sungguh sangat nyata !
sekali lagi itu hanya Fatamorgana cinta.
kau Fatamorgana. kau Fatamorgana cinta...
tak dapat ku paksakan, akan cinta ini menjadi sebuah kenyataan. yang mungkin akan lebih indah,
dari yang pernah ku bayangkan dalam kotak impian Fatamorgana cintaku...
terus ku berangan-angan. tak lelah ku terbang di bawa ambang Fana Fatamorgana cinta,
itu yang sering ku lakukan. kadang, sering ku menertawakan diriku sendiri. karenamu ! karena kau !
apakah benar ini cinta ? aku tak yakin.
karena ku lihat ini tampak tak begitu nyata,
apakah benar ini cinta ? aku tak yakin lagi.
karena benar adanya tak dapat jelas ku lihat, hanya terasa sekejap ku merangkainya.
lalu setelahnya sakit hati pun aku rasakan. tanpa aku tau, tanpa aku sadari kenapa,
jika memang semua ini hanya bayang, angan, ambang Fatamorgana cinta ?
mengapa merasakan untuk menggapainyapun aku merasa kesakitan ?
bahkan tak jarang membuatku merintih memilukan. kau sebenarnya apa !
bayang cinta yang terasa nyata,
yang membuatku antusias terlena,
kemudian pilu terluka...

*ini bukan CURHATAN ! :D

**Life** Fatamorgana...

Angin, menghempas cepat tersibaklah kelambu lusuh di balik jendela,
Masih tatap gerimis binar mata seseorang bocah…
Tunggulah nak,
Selendang bidadari kian memudar, di ujung langit tampak kabut…
Laut membisu, namun gemeriak gemercik menyaut ombak samar samar di gulung sunyi…
Tunggulah nak,
Masih ia menunggu, duduk di pinggir pohon tumbangYang terbengkalai
Memandang, entah sampai kapan ia melempar pandang
Ke batas langit itu…
Sabarlah nak, Tunggulah di sini, Gemerlap hujan bintang
Membiarkan ia menengadah di balik kelambu….
Di bagian sisi jagat raya, Mengharap pancaran rembulan menyapanya…..
Pada kesunyian, dan kelopak kembang kehidupan kian merekah….
Bersabarlah nak….
Menunggulah ia, Selembar sajak tentang angsa, Tentang kabut, Tentang kasih sayang, Tentang pohon, Tentang malam..
Dan tentang ia, telah menidurkannya fatamorgana kehidupan..
Membunuh keresahan, Membuka lipatan waktu yang terbuang larut dalam tarian mimpi…
Malam kian meninggi, Wajah rembulan berselimut kabut pancarannya jatuh menembus kelambu…
Menjadi bayangan semua, Ia telah terlelap berbantal butiran embun dan bayangan kelambu…
Kerinduan  masih tergeletak di antara sajak sajaknya…
Menunggulah ia… Walau hanya bayangan dalam fatamorgana…
Tentang riuh canda bayang fana Fatamorgana yang ia sendiri tak mengerti
Sampai kapan harus menunggu….

*aku ga tau ini cerpen ato puisi :D